Selasa, 21 Juni 2011

BATU BATA SEBAGAI BAHAN BANGUNAN


KEGIATAN PEMBELAJARAN 3: BATU BATA SEBAGAI BAHAN BANGUNAN
A.    TUJUAN PEMBELAJARAN KEGIATAN 3
-      Peserta diklat dapat mengetahui menjelaskan pengertian batu bata
-      Peserta diklat dapat mengetahui bahan campuran pembuatan batu bata
-      Peserta diklat dapat memahami proses pembutan batu bata
-      Peserta diklat dapat mengetahui ukuran batu bata sesuai standar
B.     URAIAN MATERI 3
a.      Pengertian Batu Bata
Batu bata adalah suatu unsur bangunan yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar dengan suhu yang cukup tinggi sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.
Jika disesuaikan dengan bahan pembuatannya, secara umum batu bata digolongkan dalam 2 jenis:
1.    Batu Bata Tanah Liat
Batu bata yang terbuat dari tanah liat ini memiliki 2 kategori utama, yaitu bata biasa dan bata muka.Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untuk dinding dan ditutup dengan semen. Bata biasa seringkali disebut dengan bata merah. Bata muka memiliki permukaan yang baik, licin dan mempunyai warna atau corak yang sama. Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata muka tidak perlu ditutup lagi dengan semen. Bata muka biasa disebut sebagai bata imitasi.
2.    Batu Bata Pasir-Kapur
Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir dengan perbandingan 1:8 serta air yang ditekankan kedalam campuran sehingga membentuk bata yang sangat padat. Biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan tinggi.


b.      Bahan Campuran Batu Bata
Bahan baku batu bata merah adalah tanah liat atau lempung dan air secukupnya. Tanah liat (clay), adalah tanah yang ukuran partikelnya lebih kecil dari 5\ im (ukuran sieve yang paling kecil untuk fine aggregate adalah 150 nm), sulit diremukkan saat kering, terasa licin dan plastis. Tanah liat memiliki berat jenis (spectfic gravity) sekitar 2.63 hingga 2.67. Specific gravity adalah berat spesifik dari butiran padat, yang didefenisikan sebagai perbandingan antara unit weight padat (ys) dengan unit weight air (yw).
c.       Proses Pembuatan Batu Bata
Ada beberapa cara dalam pembuatan batu bata:
a.    Semi-dry process
Digunakan untuk tanah liat yang plastisitasnya rendah. Tanah liat tersebut dihancurkan menjadi bahan yang berbutir halus, kemudian dalam jumlah tertentu dicetak dalam cetakan logam dengan tekanan yang secara berangsur-angsur ditambah. Untuk membedakan, bagian permukaan diberi serbuk besi atau pasir.
b.    Stiffplastic process
Digunakan untuk tanah liat yang plastisitasnya rendah. Tanah liat tersebut dihancurkan menjadi bahan yang berbutir halus. Air ditambahkan agar tanah liat menggumpal, kemudian tanah liat tersebut dipadatkan dalam cetakan. Ukuran dan bentuk bata yang dihasilkan sangat akurat.
c.    Wire-cut process
Tanah liat lunak dengan tekstur yang halus digunakan dalam proses ini. Tanah liat dipadatkan dan dibentuk dalam ukuran yang lebih besar dari yang dikehendaki untuk memberi ruang bagi penyusutan. Mesin akan memotong bata ke ukuran yang dikehendaki dengan kabel. Bata dikeringkan, kemudian dibakar.
d.   Soft-mud process
Digunakan untuk tanah liat yang diambil dari permukaan bumi. Bisa dicampur dengan bahan lain agar kualitas wamanya lebih baik. Campuran ini dicetak, dengan mesin atau dengan tangan, kedalam cetakan yang sudah ditaburi pasir. Bata harus dikeringkan sebelum dibakar.
d.      Ukuran Batu Bata Menurut SNI
Ukuran batu bata menurut SNI 1973 adalah :
Tebal 50 mm (5cm)
Lebar :  2 x tebal + 10mm (siar) = 2 x 50 + 10mm : 110 mm (11 cm)
Panjang : 2 x panjang + siar = 230 mm = 23 cm
Sedangkan ukuran batu bata standar terbaru menurut SK SNI S–04–1989–F adalah sebagai berikut Tabel 1.
Penyimpangan ukuran maksimum yang diperbolehkan untuk batu bata merah menurut SK SNI S–04–1989–F adalah sebagai berikut (Tabel 2)
C.    RINGKASAN 3
-     Batu bata adalah suatu unsur bangunan yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar dengan suhu yang cukup tinggi sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.
-      Bahan baku batu bata merah adalah tanah liat atau lempung dan air secukupnya
-      Ada 4 cara dalam pembuatan batu bata yaitu Semi-dry process, Stiffplastic process, Wire-cut process dan Soft-mud process.
-     Ukuran batu bata menurut SNI dan yang sering digunakan yaitu tebal 50mm, lebar 110 mm dan panjang 230 mm.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar